Informasi Kegiatan kpJabar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ULASAN , mengenai KCR (Kredit Cinta Rakyat)

 sebagai Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan oleh Bank Jabar Banten -bjb

 

 

Pemerintah Republik Indonesia berdasar pada Undang-Undang No 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah, usaha mikro adalah usaha produktif milik perorangan atau Badan Usaha perorangan yang memiliki kekayaan bersih paling tinggi Rp.50.000.000 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau memiliki omzet penjualan pertahun paling tinggi Rp.300.000.000 (tiga ratus juta rupiah).

 

 Pemerintah Kota Bandung berdasar pada Peraturan Daerah No 23 Tahun 2009 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, yaitu memiliki kekayaan bersih paling tinggi Rp.50.000.000 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau memiliki omzet penjualan pertahun paling tinggi Rp.30.000.000 (tiga puluh juta rupiah).

 

 

 

Mengenal kelompok usaha khususnya di Jawa Barat, menurut pengamatan kami ada kelompok pelaku usaha yang berjumlah besar tetapi tidak termasuk pada skala kelompok tersebut di atas dan kami istilahkan sebagai Kelompok Usaha Sangat Kecil atau USK (lebih kecil dari Mikro Kecil menurut ukuran Bank), dan tidak termasuk pada aturan tersebut di atas mengenai kelompok usaha, yang mungkin mendekati adalah tentang penghasilan pertahun paling tinggi  Rp.30.000.000 (tiga puluh juta rupiah), berarti sejumlah Rp.2.500.000. per bulan.

 

Di Indonesia jumlah pelaku usaha menengah dan mikro kecil menurut beberapa penelitian mencapai 52 juta orang, setara kurang lebih 20% jumlah penduduk Indonesia, dan berpotensi  tiap tahun terus meningkat.

 

Dengan potensi itu, akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia secara makro, tetapi sampai saat ini kelompok  ini tidaklah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, karena pada umumnya usaha mereka selalu ada pada posisi survive atau terkadang hanya menjadi penonton di pinggir lapangan.

 

Data BPS, di Indonesia per-Agustus 2011 terdapat 7,7 Juta orang peganggur (6,56%), sedang jumlah angkatan kerja mencapai jumlah 117,4 juta orang.

 

Khusus Provinsi Jawa Barat tercatat pengangguran sebanyak 19.356.624 orang (http:/www.pikiran-rakyat.com/node/14758).

 

Usaha Mikro dan Kecil yang selama ini memiliki kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDBR) Jawa Barat, dan menyerap tenaga kerja hampir 98% (sembilan puluh delapan persen) dari total pekerja (Bab I.Umum, Penjelasan atas Peraturan DaerahProvinsi Jawa Barat No.8 Tahun 2011, Tentang Pengelolaan Dana Bergulir bagi Usaha Mikro dan Kecil).

 

Dalam hal pelaku usaha,  sehubungan dengan penyaluran Kredit Cinta Rakyat atau KCR yang diluncurkan oleh Bank bjb, dikenal istilah Pelaku Usaha Menengah dan Mikro Kecil atau dikenal dengan singkatan KUMMK (Kelompok Usaha Menengah dan Mikro Kecil).

 

Alokasi dana KCR berawal dari realisasi janji Gubernur Provinsi Jawa Barat pada waktu kampanye Pemilihan Gubernur untuk mewujudkan dan meningkatkan perekonomian daerah khususnya untuk usaha mikro dan kecil.

 

Melalui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No.8 Tahun 2011, Tentang Pengelolaan Dana Bergulir Bagi Usaha Mikro dan Kecil yang diundangkan di Bandung pertanggal 21 September, kemudian dilanjutkan dengan Peraturan Gubernur Jawa Barat No 07 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat yang diundangkan di Bandung pertanggal 22 November 2011 yang intinya menunjuk Bank bjbsebagai Bank Pelaksana Investasi Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejumlah 165 M, dan terwujudlah Kredit Cinta Rakyat sebagai salah satu produk dari Bank bjb.

 

Program KCR yang diluncurkan pada tanggal 12  Desember 2011 ini menurut data sampai tanggal 16 Juli 2012 (data Bank bjb), baru terealisasi kurang lebih Rp.20,8 M dari total dana yang tersedia sebesar Rp. 165 M, berarti  masih terdapat kurang lebih Rp. 144,2 Miliar belum termanfaatkan dan tersalurkan (Rakor Dinas Koperasi dan Usaha Menengah dan Mikro Kecil Provinsi Jawa Barat, Hotel Mitra, Bandung 17 Juli 2012).

 

Kelompok Usaha Sangat Kecil atau USK (istilah kpjabar  untuk golongan pelaku ekonomi termarjinalkan atau terpinggirkan), adalah juga pelaku ekonomi yang harus kita akui keberadaannya secara resmi, menurut kami kelompok ini mempunyai sistim ketahanan ekonomi yang cukup unik dan sangat heterogen, sampai saat ini kelompok inilah yang jarang tersentuh lembaga perbankan ataupun lembaga keuangan resmi lainnya.

 

Keberadaan kelompok usaha ini sudah jadi konsekuensi dari lambannya pertumbuhan kelompok usaha Makro (besar) yang berbanding terbalik dengan pertumbuhan angkatan kerja, ini berdampak pada kurangnya penyerapan angkatan kerja sehingga jalan keluarnya adalah terciptanya lapangan kerja di sektor informal (mikro atau USK) untuk bertahan hidup.

 

Kalangan perbankan seperti menutup mata tentang keberadaan kelompok ini, karena  dianggap sebagai kelompok usaha high risk, non profitable, unbankable, not visible dan dianggap tidak seimbang antara credit cost dengan jumlah kredit yang diberikan.

 

 

Ciri-ciri pelaku usaha sangat kecil (USK) :

 

  •  Mempunyai kapasitas modal tidak melebihi 10 juta, biasanya terdiri dari tabungan,modal keluarga, saudara atau pinjaman tetangga (arisan), sehingga rentan pada krisis.
  • Tenaga kerja sekitar 2-5 orang dan umumnya merupakan anggota keluarga
  • Tidak memiliki izin usaha
  • Umumnya tidak memiliki pendidikan yang memadai atau rendahnya tingkat pendidikan.
  • Banyak diantaranya tidak mempunyai agunan.
  • Lekat dengan budaya dan kultur kedaerahan.
  • Tidak mempunyai catatan pembukuan yang baik.
  • Melakukan kegiatannya umumnya di sekitar mereka tinggal.
  • Dominan dilakukan oleh kaum perempuan.
  • Peralatan yang digunakan adalah seadanya, terkadang mempergunakan peralatan rumah tangga mereka sehari hari.
  • Legalitas kependudukan seringkali menjadi masalah (banyak kaum urban).
  • Sifat usaha dominan hanya untuk bertahan hidup (how to survive).
  • Jenis usahanya antara lain ; warung kelontong, warung nasi, kaki lima, eceran, pedagang gerobak keliling/mangkal (mie baso, gorengan, minuman dll),  jasa konveksi (jahitan), usaha sablon, salon, bengkel, servis computer, counter pulsa dan lainnya.

 

Kelompok seperti ini mempunyai dinamika yang kental, paling menonjol adalah  problematika social yang mendominir sifat usaha mereka sehingga menjadi  sangat rentan pada kesulitan ekonomi dan persoalan kehidupan sehari-hari dan menjadi sasaran empuk para rentenir yang terkadang berkedok koperasi simpan pinjam atau bank keliling.

 

Hal inilah yang menjadi kendala utama tidak tersentuhnya USK ini oleh perbankan konvensional apalagi bank umum seperti Bank bjb, padahal mempunyai potensi besar dari segi kwantitas namun tidak memadai dalam kwalitas (dalam arti pemahaman tentang pebankan).

 

Menjadi kewajiban Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya untuk bisa mengurai benang kusut ini, kami dari kpjabar meyakini bahwa melalui Investasi Daerah Pemerintah Jawa Barat ini merupakan salah satu solusi dalam mengatasinya.

 

Belajar dari pengalaman tentang berbagai bantuan yang diluncurkan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, baik yang bersifat hibah ataupun pinjaman bergulir menurut pengamatan kami belum mencapai hasil yang diharapkan, bahkan cenderung salah kaprah dalam pelaksanaan terutama di tingkat bawah (pelaksana lapangan).

 

Berbagai bantuan tersebut seakan seperti raib ditelan bumi, dan ironisnya dari Pemerintah sendiri tidak pernah melakukan studi dan analisa pada permasalahan tersebut, hal ini selalu terjadi berulang, dan yang sangat disayangkan kembali masyarakat atau warga penerima bantuan atau pinjaman yang menjadi kambing hitam kegagalan tersebut.

 

Diperlukan satu keinginan kuat dari berbagai pihak untuk secara bersama melakukan gerakan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup khususnya pada kelompok USK ini di Jawa Barat.

 

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No 8 Tahun 2011, dan Peraturan Gubernur Jawa Barat No 57 Tahun 2011, mengamanatkan pada Dinas terkait khususnya Bank bjbuntuk melaksanakan apa yang menjadi pesan dan esensi yang tertuang, utamanya bagaimana mewujudkan dan meningkatkan perekonomian Daerah serta kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan pembiayaan bagi Usaha Mikro dan Kecil.

 

Harapan kami bahwa Dana Investasi Daerah Provinsi Jawa Barat yang dititipkan di Bank bjbini mempunyai misi, dalam arti menjadi tanggung jawab moral tentang bagaimana sebagai bank daerah harus mempunyai kepedulian dan kepekaan tentang warga di daerahnya tidak hanya sekedar mengejat profit ini sesuai tentang bagaimana kearifan local sebuah lembaga daerah diaplikasikan secara nyata  di daerahnya.

 

Hal ini berbeda dengan artian Corporate Social Responsbility (CSR) yang dilaksanakan oleh Bank bjbselama ini,tetapi lebih kepada bagaimana Pemerintah Provinsi Daerah Jawa Barat melalui Bank bjbmembekali suatu Modal Sosial pada warganya, yang menurut kami akan lebih berarti bilamana bantuan CSR Bank bjbdirealisasikan dalam Program Pendampingan pada USK, tentang bagaimana mereka untuk menjadi bankable apalagi bank minded (Bab IX. Pasal 19 Peraturan Gubernur Jawa Barat No 07 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat)

 

 Ada perbedaan yang sangat mendasar pada KCR dengan produk Bank bjblainnya yaitu dalam alokasi dana dan kekhasan sasaran artinya mempunyai makna yang esensial dalam  menginterprestasikan tentang tujuan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No 8 Tahun 2011, untuk itulah diperlukan perlakuan khusus dalam penyaluran agar sesuai maksud dan tujuan tidak hanya merujuk pada regulasi perbankan saja.

 

USK dihubungkan dengan KCR seharusnya menjadi sasaran prioritas, tetapi sampai saat ini belum tersentuh, ada masalah mendasar yang harus terlebih dulu dilakukan pembenahan dan persiapan.

 

Sosialisasi, Pembinaan Usaha, Monitoring dan Evaluasi harus menjadi Program Wajib menjadi suatu Sistim Pendampingan khususnya untuk USK sebagai tahapan pertama sebelum kelompok ini bisa menerima KCR atau produk perbankan lainnya,

 

Program ini menjadi wajib dilaksanakan terlebih dulu oleh Bank bjb sebagai Bank Pelaksana Investasi Daerah Provinsi Jawa Barat bilamana akan menuju terhadap esensi dari  Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No 8 Tahun 2011 tercapai secara optimal dan di sisi lain tanpa melanggar regulasi perbankan pada umumnya.

 

Besar harapan bahwa bilamana semua fihak yang terlibat dalam Investasi Daerah Provinsi Jawa Barat, berniat untuk mewujudkan dan merealisasikan akan apa yang menjadi tujuan utama dari Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No 8 Tahun 2011, dan Peraturan Gubernur Jawa No 57 Tahun 2011 ini, tepat guna, tepat sasaran, maka akan membangun kekuatan landasan perekonomian yang kuat di tingkat warga yang termarjinalkan selama ini, dan  secara langsung akan memperkuat perekonomian makro Jawa Barat menjadi lebih baik.

 

 

 

Bandung, Juli 2012

 

Yodi m.Sastrakusumah

 

Koordinator  kpjabar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang yodis4str4

Komunitas Peduli Jawa Barat adalah Perkumpulan Komunitas Peduli Pembangunan Jawa Barat (pkp2JB)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Informasi Kegiatan kpJabar

  1. yodis4str4 berkata:

    bagaimanapun jawa barat sebagai kota terdekat dari ibukota negara haruslah berbenah dalam berbagai hal untuk menghindari semakin dalamnya kesenjangan sosial penduduk, dan hal ini adalah landasan untuk meraih kesuksesan, karena bilamana hal tersebut secara perlahan ataupun secara sengaja dibiarkan akan berdampak sangat significan terhadap kestabilan kedaerahan secara langsung, redamlah hal tersebut dengan pendekatan dengan menggunakan nurani dan pengahayatan ketimuran sebagai insan yang beragama dan sebagai warga yang baik dan peduli terutama bagi para pemangku kebijakan lihatlah dan lakukanlah tindakan nyata….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s