ARTIKEL

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Komunitas Peduli Jawa Barat (KpJabar) 

Komunitas Peduli Jawa Barat  (kpjabar)  merupakan sekelompok warga Jawa Barat yang mempunyai kesamaan pandang dan nilai dengan segala kemampuan yang ada untuk bisa terlibat secara langsung dengan cara memberi masukan, opini, solusi, kontribusi pemikiran, serta pembinaan pada masyarakat dalam melaksanakan program-program pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara langsung.

Komunitas ini hadir untuk merespon kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat  yang telah tertuang dalam dokumen RKPD Provinsi Jawa Barat tahun 2013. kpjabarmencoba untuk merespon permasalahan di masyarakat dengan melakukan analisis dari bawah ke atas (bottom up). Komunitas  bergerak dari masyarakat tingkat bawah, dengan asumsi bisa mendapatkan data dari sumber utama (data primer), yang dimulai dari proses identifikasi, menyusun rencana, melaksanakan,  melakukan monitoring dan evaluasi yang semuanya melibatkan unsur masyarakat sebagai pelaku.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, kpjabar menjumpai fenomena  mengenai rendahnya kepedulian masyarakat dalam merespon kebijakan pembangunan daerah, hal ini mengemuka karena:

1.    Rendahnya pemahaman masyarakat (tingkat pendidikan rendah, RLS 2011: 8.20 th.)  dalam menginterpretasikan kebijakan pembangunan daerah yang melangit”;

2.    Kurang tertanamnya rasa ingin tahu mengenai manfaat pembangunan, sehingga memandang pembangunan hanya sebagai  kewajiban pemerintah saja;

3.    Tidak ada inisiatif untuk memelihara dan merawat hasil pembangunan (careless), apalagi mengembangkannya;

4.    Program-program pembangunan kurang berpihak kepada masyarakat luas, yang   diduga terdapat kepentingan lain;

5.    Implementasi Keterbukaan Informasi Publik yang “setengah hati”.

            Eksistensi KpJabar sampai saat ini berjalan dan dibangun karena adanya saling peduli satu sama lain, kesamaan interaksi sosial dalam dimensi fungsional kemasyarakatan secara sederhana dan berjalan secara bottom – up. Sebagai komunitas  yang bersifat independen dan berbasis murni masyarakat, telah terbentuk jaringan dengan berbagai pihak, baik dengan Organisasi Pemerintah Daerah  (OPD) Provinsi, Kabupaten/Kota, maupun dengan pihak Swasta/Pengusaha, Kelembagaan dalam Masyarakat (formal dan non formal), Kelompok Peduli di beberapa Kabupaten/Kota  Jawa Barat. Serta tengah membangun komunikasi lintas provinsi,  hal ini dilakukandalam rangka perluasan jaringan untuk bertukar informasi dengan komunitas lainnya.

Berdasarkan pengalaman beraktivitas di masyarakat, kpjabar mampu memahami permasalahan mendasar mengenai angka kemiskinan masyarakat Jawa Barat yang selama ini yang sulit turun. Serta hal lainnya menyangkut data-data dasar yang belum terungkap melalui statistik resmi yang dipublikasikan oleh BPS Provinsi Jawa Barat. Atau mengenai peningkatan taraf hidup yang relative rendah, kesulitan dalam berusaha, kebijakan pembangunan yang tidak direspon oleh masyarakat. Dalam pengelolaaan data,telah terkompilasidata-dataperencanaan jangka menengah per-Kelurahan se Kota Bandung versi PNPM-Mandiri Perkotaan, PJM Tingkat Kota versi PNPM-Mandiri Perkotaan, PJM Kelurahan-Kecamatan versi P2KB, Program Perumahan Kumuh untuk Kemenpera RI, Program Koperasi dan KUMKM serta beberapa program lain, yang langsung maupun bersifat kemitraan (chanelling).

Aktivitas lainnya yang telah dilakukan adalah; pembenahan manajemen pada produsen minyak akar wangi/Vetiver Oil di Samarang  Kabupaten Garut, inventarisasi dan pembinaan ternak domba Garut dalam rangka investasi dan pemasaran di Sukarame, Kabupaten Garut, menjembatani kemitraan antara beberapa koperasi di Kota/Kabupaten di Jawa Barat, pembinaan petani jagung untuk pengolahan pakan ternak yang akan dicoba untuk bermitra dalam pembinaan tehnik bersama LIPI dan di Kota Bandung tengah melakukan sosialisasi Program Peningkatan Mata Pencaharian Keluarga (PMPK) dengan sasaran dalam bidang ekonomi produktif dan kreatif untuk masyarakat tidak mampu versi PNPM, dan hal lainnya menyangkut berbagai sektor dan bidang.

 

Tentang yodis4str4

Komunitas Peduli Jawa Barat adalah Perkumpulan Komunitas Peduli Pembangunan Jawa Barat (pkp2JB)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s